Yuk Mengenal Arti Homeschooling

Yuk Mengenal Arti Homeschooling

Yuk Mengenal Arti Homeschooling

Tahukah Anda apa sebenarnya dan bagaimana pula bentuknya? Selama ini masyarakat lebih mengenal homeschooling sebagai kegiataan pembelajaran yang dilakukan langsung oleh orang tuanya sendiri di rumah tanpa perlu bersekolah. Ada banyak alasan kenapa orang tua menolak menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan formal.

Dalam sistem pendidikan di Indonesia kita memang mengenal adanya 3 bentuk pendidikan. Masing-masing adalah pendidikan informal di rumah, pendidikan non formal, dan pendidikan formal. Pendidikan in formal merupakan kegiatan pendidikan di rumah dimana anak mengalami pendidikan yang pertama kali sejak kelahirannya. Sedangkan pendidikan formal dikenal juga dengan pendidikan persekolahan yang diselenggerakan oleh pemerintah ataupun swasta.

arti homeschooling

Selain itu juga ada pendidikan non formal yang dilaksanakan bukan di rumah ataupun di sekolah. Pendidikan ini untuk menunjuk aktivitas kursus atau pelatihan khusus yang umumnya diselenggarakan masyarakat, meskipun ada juga instansi pemerintah yang menyelenggarakan pendidikan non formal ini.

Pengertian Homeschooling Menurut Para Ahli

Homeschooling merupakan konsep pendidikan yang dicetuskan pertama kali oleh John Caldwell Holt pada tahun 1960-an. Konsep ini muncul berangkat dari keprihatinan pendidik dan guru ini atas sistem pendidikan di tempatnya mengajar. Sedangkan di Indonesia, homeschooling mulai berkembang pada tahun 1996 namun populer sejak tahun 2005.

Secara sederhana homeschooling dapat dimaknai sebagai sekolah di rumah atau kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di rumah dan bukan di lembaga pendidikan formal atau di sekolah. Homeschooling atau homeschool (sekolah rumah) juga bisa dikatakan sebagai sekolah mandiri dimana orang tualah yang menjadi penentu aktivitas belajar mengajar anak di rumah.

Sejumlah ahli pendidikan mendefinisikan homeschooling sebagai pendidikan yang dilakukan secara mandiri oleh keluarga dengan materi pengajaran yang dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan anak (Maria Magdalena, Gramedia Pustaka Utama, 2010).

Sedangkan Sumardiono (Panda Median, 2014) menyatakan bahwa homeschooling memiliki asumsi dasar bahwa setiap keluarga memiliki hak untuk bersikap kritis terhadap definisi dan sistem eksternal (persekolahan) yang ditawarkan kepada keluarga. Karena itulah dalam sekolah rumah ini terkandung kekhasan dan kekuatan paling besar berupa customized education, yaitu bentuk pendidikan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan anak.

Sedangkan menurut Wikipedia, homeschooling atau sekolah rumah merupakan jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang dilaksanakan di rumah serta di bawah pengarahan orangtua. Homeschooling tidak dilakukan di tempat formal lainnya seperti di sekolah (baik negeri atau swasta) maupun di institusi pendidikan lainnya yang kegiatan belajarnya terstruktur dan kolektif.

Memperhatikan batasan di atas, maka ciri khas dalam homeschooling adalah penghargaan terhadap keragaman anak dan anak tidak dituntut untuk seragam dan serupa dapat mendapatkan pengajaran karena disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan potensi anak itu sendiri.

Peran Orangtua dalam Homeschooling

Homeschooling atau sekolah rumah bukan merupakan lembaga pendidikan dan bukan pula kegiatan bimbingan belajar yang diselennggarakan di sebuah Lembaga. Sekolah rumah adalah model pembelajaran yang berpusat di rumah ataupun di lingkungan dimana orang tua berperan sebagai penanggung jawab utamanya.

Dalam proses belajar homeschooling ini orang tua berperan multifungsi, baik sebagai manajer, penentu aturan dan materi, hingga sebagai pengajarnya. Meskipun demikian, orang tua juga bisa memanggil atau mengundang guru privat untuk ikut membantu memberikan pengajaran di rumah. Namun kunci utama dalam sistem homeschooling adalah komitmen orangtua dalam menemani anak-anaknya saat belajar.

Namun dalam perkembangannya, tak sedikit pemahaman yang salah kaprah dalam memahami homeschooling ini. Tumbuhnya sejumlah lembaga pendidikan yang menggunakan nama homeschooling justru mengembalikan konsep dasarnya menjadi bentuk persekolahan atau pendidikan forrmal. Apalagi dengan sistem pengajaran yang terstruktur dan kolektif.

Demikian arti homeschooling menurut para ahli yang semoga bisa memberikan pemahaman yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *