Ujian Nasional Homeschooling, Haruskah Diikuti?

Ujian Nasional Homeschooling, Haruskah Diikuti?

Ujian Nasional Homeschooling, Haruskah Diikuti?

Mungkinkah anak-anak yang dididik dengan sekolah rumah bisa mengikuti ? Jika bisa, seberapa penting mengikutinya dan bagaimana pula cara mengikuti ujian nasional? Tak seidkit keluarga yang menerapkan pendidikan sekolah di rumah atau homeschooling masih bingung dengan masa depan pendidikan anak-anaknya.

Pada postingan sebelumnya sudah diulas tentang ujian kesetaraan untuk anak-anak homeschooling, baik dengan mengikuti Ujian Paket C untuk usia SMA yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, Paket B yang setara SMP, ataupun Ujian Paket A yang setara SD. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan setempat telah menyediakan ujian kesetaraan untuk anak-anak homeschooling yang ingin melanjutkan pendidikannya.

ujian nasional homeschooling

Keberadaan homeschooling sebagai model pendidikan alternatif memang telah diakui pemerintah. Legalitasnya pun sudah jelas yang diatur melalui undang-undang maupun keputusan Menteri Pendidikan. Namun evaluasi yang disediakan untuk homeschooling adalah melalui ujian kesetaraan. Sedangkan untuk ujian nasional belum ada aturan yang jelas.

Pelaksanaan Ujian Nasional Homeschooling

Selama ini pelaksanaan ujian nasional untuk anak-anak homeschooling masih bersifat sektoral dan tergantung pada kebijakan dinas pendidikan setempat. Karena itu ada daerah yang sudah bisa memperbolehkan anak-anak homeschooling untuk mengikuti ujian nasional namun tidak untuk daerah lain.

Seperti dikutip dari kompas.com, kebijakan tentang ujian nasional untuk homeschooling memang masih menimbulkan perdebatan di kalangan Kementerian Pendidikan Nasional sendiri. Kalaupun ada daerah yang bisa menyertakan anak homeschooling dalam ujian nasional terkesan tertutup dan belum dibuka secara luas.

Namun kembali pada pertanyaan awal, perlukah anak-anak homeschooling mengikuti ujian nasional? Pada dasarnya ujian kesetaraan yang disediakan pemerintah untuk anak sekolah rumah memiliki standar yang setara dengan hasil ujian nasional. Meskipun pelaksanaan ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) berbeda waktu maupun materi soalnya, namun tak sedikit yang menilai soal-soal UNPK jauh lebih berat dan lebih sulit dibandingkan UN.

Selain itu, ijasah kelulusan UNPK setara dengan ijasah SMA formal yang mengikuti UN. Ijasah UNPK juga memiliki fungsi dan standar yang setara dengan UN sehingga bisa digunakan untuk meneruskan dan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur UMPTN. Karena itu untuk apa memaksakan diri untuk mengikuti UN jika UNPK saja sudah setara?

Namun jika Anda masih ingin mengikuti ujian nasional homeschooling, sebaiknya ketahui berbagai persyaratan mengikuti Ujian Nasional (UN) Formal:

  1. Harus tercatat atau memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang terdaftar pada Dapodik.
  2. Menyerahkan atau melampirkan fotocopy dari surat izin penyelenggaraan Homeschooling dari dinas pendidikan setempat kepada sekolah induk di tempat Anda ingin mengikuti UN formal.
  3. Mendaftarkan atau mengajukan nama anak atau siswa homeschooling pada sekolah formal yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan setempat setidaknya pada awal tahun pelajaran.

Itulah berbagai persyaratan yang mesti dipenuhi jika anak-anak homeschooling ingin mengikuit ujian nasional pada sekolah formal. Sedangkan untuk mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional meliputi:

  • Untuk SD : Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA
  • Untuk SMP : Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris

Untuk meningkatkan hasil ujian nasional, biasanya sekolah formal induk menyelenggarakan try out untuk para siswanya. Nah, anak-anak homeschooling juga harus siap untuk mengikuti try out serupa yang biasanya dilaksanakan sebanyak 4 kali sebelum pelaksanaan UN.

Bahkan tak sedikit sekolah induk yang mengharuskan anak-anak homeschooling agar juga mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) maupun Ujian Sekolah (US) yang diadakan oleh sekolah induk.

Itulah informasi tentang ujian nasional homeschooling yang sebaiknya diketahui dan dipahami para orang tua apakah harus mengikutinya atau cukup dengan UNPK, dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *