Mengoptimalkan Model Pembelajaran Homeschooling

Mengoptimalkan Model Pembelajaran Homeschooling

Melalui konsepnya yang unik, juga menawarkan cara yang berbeda dibandingkan yang dilakukan sekolah formal maupun klasikal. Metode ini dikembangkan dengan mendasarkan pada dasar pemikiran sekolah rumah yang berorientasi pada anak-anak sebagai subyek pendidikan dan bukan sebagai obyek.

Model pembelajaran di sekolah formal umumnya menerapkan konsep yang berorientasi pada materi pelajaran dan kurikulum. Hal ini membawa konsekuensi pada tersampaikannya materi pelajaran kepada murid tanpa memperhatikan kebutuhan atau keberagaman anak. Karena itulah metode ceramah yang bersifat satu arah menjadi metode yang diandalkannya.

Orientasi pada kurikulum juga menyebabkan para guru merasa dikejar target untuk menyampaikan materi pelajaran sesuai yang sudah ditetapkan. Guru tidak boleh lambat dalam menyampaikan pelajaran dan ini akan dievaluasi pada periode tertentu yang sudah ditetapkan. Murid pun tak memiliki hak untuk menolak atau mengkritisi apakah pelajaran yang diterimanya disukai atau tidak.

Keunikan Model Pembelajaran Homeschooling

Homeschooling adalah model pendidikan alternatif yang lahir sebagai kritik terhadap model pembelajaran di sekolah formal. Karena itulah banyak hal yang bertolak belakang antara yang ada dalam sekolah rumah dengan sekolah formal. Nah, di bawah ini beberapa keunikan model pembelajaran homeschooling untuk membedakannya dengan di sekolah formal.

1.Menggali Potensi Anak

Berbeda dengan sekolah formal dimana anak-anak duduk dan mendengarkan ceramah dari guru yang menjadi subyek, homeschooling justru harus mampu menggali potensi dan kemampuan anak. Anak-anaklah yang harus menjadi subyek pendidikan yang aktif mencari informasi maupun pengetahuan secara mandiri.

Peran orang tua, guru, atau pembimbing lebih mengkondisikan lingkungan agar anak terangsang untuk belajar secara mandiri. Homeschooling tidak akan memaksa anak untuk membaca buku yang tak disukainya atau menyuruh anak menghafal materi pelajaran.

2.Memenuhi Rasa Ingin Tahu Anak

Rasa ingin tahu yang sangat tinggi pda anak-anak akan mendapat tempatnya pada model sekolah rumah. Semua yang terdapat di dalam rumah dapat menjadi media belajar bagi anak untuk meluapkan rasa ingin tahunya.

Orang tua atau pembimbing tak boleh melarang apa yang dilakukan anak. Bahkan saat anak melakukan sesuatu, orang tua justru membimbingnya agar rasa ingin tahunya terpenuhi. Karena itulah model pembelajaran homeschooling sangat fleksibel dan berorientasi pada memenuhi kebutuhan anak itu sendiri.

3.Peran Orang Tua Sebagai Teladan

Orang tua yang ingin menerapkan homeschooling harus siap untuk menjadi contoh hidup untuk anak-anaknya. Apapun yang dilakukan orang tua akan menjadi bagian penting dari model pembelajaran sekolah rumah ini. Orang tua bukan hanya tampil sebagai penanggung jawab sekolah rumah, namun juga berperan sebagai guru, fasilitator, hingga teman diskusi.

Baca juga: Homeschooling Mandiri

Dalam model sekolah rumah tak ada lagi “kata perintah” yang muncul dari orang tua untuk anak-anaknya. Dalam homeschooling, orang tua harus mampu mencontohkan kebaikan pada anak-anaknya, baik tentang cara pandang, cara mengambil keputusan, hingga cara mengambil tindakan.

4.Berorientasi pada Praktek

Untuk bisa melakukan sesuatu anak tak perlu mengenal atau menghafal definisi. Homeschooling lebih menekankan tindakan praktis untuk melakukan sesuatu ketimbang menjelaskan caranya secara teoritis.

Contoh paling mudah adalah saat orang tua ingin mengenalkan komputer pada anak-anaknya. Orang tua tak perlu menjelaskan fungsi masing-masing tombol dan fitur komputer karena anak sendiri yang justru akan melakukan dan menemukan fungsinya secara langsung. Dalam hal ini anak akan langsung praktek dengan komputer dan mencoba mengekplorasi sendiri untuk menghidupkannya dan mengenali fitur-fitur yang ada.

Itulah berbagai model pembelajaran homeschooling yang berpusat pada anak sebagai subyek didik. Dalam artikel sebelumnya sudah dijelaskan adanya beberapa gaya pengajaran homeschooling yang bisa diterapkan. Diantaranya:

  1. Metode Belajar Sendiri atau Independen
  2. Metode Sekolah Tradisional atau Textbook
  3. Metode Elektrik
  4. Metode Berbasis Komputer
  5. Metode Klasik

Demikian dan semoga informasi tentang model pembelajaran homeschooling ini bermanfaat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *