Kekurangan dan Manfaat Homeschooling yang Wajib Anda Tahu

Kekurangan dan Manfaat Homeschooling yang Wajib Anda Tahu

Kekurangan dan Manfaat Homeschooling yang Wajib Anda Tahu

Sebenarnya apa sih dan kenapa makin banyak saja masyarakat yang menyukai konsep ini? Apa saja kekurangan atau kelemahan model sekolah di rumah ini yang sebaiknya kita ketahui?

Makin tingginya perhatian dan minat masyarakat terhadap homeschooling sangat terlihat setelah beberapa lembaga pendidikan menyelenggarakan homeschooling. Anehnya, konsep sekolah rumah yang mestinya dilaksanakan di rumah dan tidak bersifat kolektif malah secara salah kaprah dilaksanakan dalam sistem yang terlembaga dan dilakukan secara kolektif dengan penerimaan siswa barunya.

Padahal homeschooling atau sekolah rumah bukan lembaga pendidikan dan juga bukan bimbingan belajar yang diselenggarakan suatu lembaga. Seperti sudah dipaparkan pada artikel sebelumnya tentang arti homeschooling bahwa konsep sekolah rumah ini merupakan model pembelajaran di rumah dimana orang tua berperan sebagai perencana sekaligus penanggung jawab utama.

manfaat homeschooling

Selain di rumah, homeschooling juga bisa dilaksanakan dilingkungan maupun dengan mengunjungi perpustakaan, laboratorium, tempat wisata, atau obyek lain di luar rumah. Dalam homeschooling, orang tua berperan sebagai guru namun juga berhak mengundang atau mendatangkan guru pendamping atau tutor ke rumah untuk mengajarkan tentang suatu materi pelajaran.

Kelebihan dan Manfaat Homeschooling

Ada cukup banyak kelebihan dan manfaat homeschooling dibandingkan dengan bersekolah di lembaga pendidikan formal. Manfaat itu meliputi:

  1. Anak mendapatkan perhatian yang penuh dari pengajar karena pembelajaran dilakukan secaraa individual. Dengan teknik ini penguasaan anak terhadap materi pelajaran jauh lebih cepat dan efektif. Bahkan ketika anak mengalami kesulitan pun bisa segera diatasi. Hal ini berbeda sekali dengan sistem pembelajaran klasikal di sekolah yang cenderung menyamaratakan kemampuan anak.
  2. Orang tua dan anak bisa merencanakan dan mengatur jadwal, waktu, maupun durasi belajar. Selain bisa disesuaikan dengan kesibukan masing-masing, pengaturan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas hasil pengajaran.
  3. Dalam homeschooling, orang tualah yang berperan sentral, termasuk dalam menentukan ‘kurikulum’ yang akan diberikan untuk anak-anaknya. Bahkan orang tua bisa lebih optimal dalam mengembangkan potensi, bakat, maupun kemampuan anak dengan sistem sekolah di rumah ini. Homeschooling memberikan peluang pencapaian kompetensi, kemandirian, dan kreativitas individual seoptimal mungkin.
  4. Kegiatan belajar mengajar di rumah relatif santai, fleksibel, dan dalam suasana yang nyaman. Fleksibitas ini akan berguna dalam membangun mentalitas yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak. Berbeda sekali dengan sekolah yang memang dibuat formal, baik jam masuk, baju seragam, hingga materi pelajarannya.
  5. Dalam homeschooling, perkembangan belajar anak maupun pergaulannya akan lebih mudah terpantau. Orang tua pun bisa menciptakan atau mengkondisikan lingkungan di rumah maupun lingkungan sekitar yang kondusif untuk tumbuh kembang anak. Anak-anak juga lebih terlindungi pergaulannya dari kemungkinan pengaruh narkoba, tawuran, ataupun kenakalan remaja.
  6. Orang tua bisa lebih bebas dalam membangun dan menumbuhkan kemandirian maupun rasa percaya diri semua anak-anaknya. Hal ini tentunya berguna untuk maasa depan anak dalam menghadapi kehidupan nyata.

Kekurangan dan Kelemahan Homeschooling

Selain berbagai keuntungan dan manfaat di atas, homeschooling juga menyimpan beberapa kelemahan yang sebaiknya Anda tahu.
Namanya juga sekolah rumah, anak-anak tentunya kurang memiliki banyak teman seperti di sekolah formal. Lingkungan pergaulan yang terbatas bisa saja membuat pergaulan menjadi terbatas dan tidak luas.

  1. Orang tua harus menyediakan seluruh perhatiannya dalam mengatur dan mendidik anak-anaknya. Hal ini tentunya agak sulit dilaksanakan jika orang tua bekerja di luar rumah, meskipun homeschooling bisa dilaksanakan dengan mengundang guru privat atau tentor.
  2. Legalitas homeschooling masih tergolong lemah meskipun sudah ada perlindungan hukumnya. Begitupun untuk sertifikasinya masih kesulitan jika ingin melanjutkan pendidikan ke level yang lebih tinggi.
  3. Mentalitas kompetitif anak homeschooling umumnya lebih rendah dan lemah dibandingkan anak-anak yang bersekolah di sekolah formal.
  4. Anak-anak yang hanya belajar di sekolah rumah umumnya kurang memiliki teman pergaulan yang luas. Teman paling dekat adalah saudara-saudara sendiri.

Itulah berbagai kekurangan dan manfaat homeschooling yang wajib anda tahu agar bisa menentukan mana yang terbaik untuk anak-anaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *