Karakteristik dan Klasifikasi Homeschooling

Karakteristik dan Klasifikasi Homeschooling

Karakteristik dan Klasifikasi Homeschooling

Pada artikel kali ini admin akan mengulas tentang karakteristik maupun , termasuk bagaimana penerapannya di lapangan. Pada postingan sebelumnya telah dibahas pengertian, legalitas hingga kukulum, hingga batasan usia homeschooling.

Homeschooling merupakan model pendidikan alternatif dimana aktivitas belajarnya dilakukan berpusat di rumah. Karena itulah homeschooling juga disebut sebagai sekolah rumah, pendidikan berpusat di rumah (home education) ataupun sekolah mandiri (home based learning).

Homeschooling dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, maupun potensi anak. Begitu juga dalam metode atau model pembelajarannya dibuat dan direncanakan agar anak merasa nyaman, senang, dan tidak merasa tertekan, atau terpaksa selama kegiatan belajar berlangsung. Sehingga diharapkan hasilnya akan lebih efektif dan optimal.

klasifikasi homeschooling

Karakteristik Homeschooling

Sebagai pendidikan berbasis rumah, homeschooling sangat fleksibel meskipun terencana dan dilakukan secara sadar. Sistem dan model sekolah di rumah sangat berbeda dengan sekolah formal ataupun model kursus.

Karakteristik homeschooling yang paling menonjol adalah pada sifatnya yang customized education atau pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan anak. Penghargaan terhadap keragaman anak inilah yang menjadi kekhasan sekaligus kekuatan homeschooling.

Selain itu homeschooling juga memiliki sejumlah karakteristik yang unik lainnya, seperti dikutip dari Muhtadi (2011) yang meliputi:

  • Menekankan pada pembentukan karakter pribadi, bakat, minat, dan potensi anak baik secara ilmiah dan spesifik sesuai usia homeschooling yang dilaksanakan.
  • Kegiatan belajarnya dilaksanakan secara mandiri dengan orangtua sebagai penanggung jawab maupun guru pendamping yang ditunjuk orang tua.
  • Orang tua berperan utama sebagai perencana, penanggung jawab, fasilitator, motivator, hingga menjadi teman diskusi dengan melibatkan anak dari sejak perencanaan hingga kegiatan belajarnya.
  • Pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran sekolah di rumah bersifat personal dan humanis dan memberikan kesempatan untuk anak agar bisa belajar sesuai kebutuhan, minat, ataupun kemampuan anak.
  • Keberadaan guru, tentor, atau tutor lebih sebagai pengajar yang diundang sesuai kebutuhan dan minat anak.
  • Jadwal kegiatan belajar anak sangat fleksibel dan bisa dilaksanakan sesuai kebutuhan anak meskipun terencana dengan baik.

Klasifikasi Homeschooling

Penyelenggaraan sekolah mandiri yang sangat fleksibel memungkinkan terjalinnya koordinasi atau kerja sama antar keluarga dalam pelaksanaan suatu kegiatan belajar. Karena itulah para ahli pendidikan membagi klasifikasi homeschooling dalam beberapa bentuk, yang meliputi:

1.Homeschooling Tunggal

Homeschooling jenis ini dilaksanakan oleh suatu keluarga yang biasanya dilaksanakan karena sejumlah alasan dalam keluarga tersebut.

2. Homeschooling Majemuk

Homeschooling yang sebagian kegiatannya dilaksanakan secara bersama oleh dua atau lebih keluarga masuk dalam kelompok jenis ini. Kerja sama ini dilaksanakan karena adanya kesamaan tujuan, materi kegiatan, ataupun kebutuhan yang serupa atau bisa dikompromikan. Namun untuk kegiatan utamanya tetap ada pada masing-masing keluarga.

3. Homeschooling Komunitas

Jika ada beberapa homeschooling majemuk yang bergabung atau bekerja sama menyangkut penyusunan silabus, bahan ajar, jadwal pembelajaran, hingga sarana dan prasarananya masuk dalam jenis yang ketiga ini. Model sekolah rumah yang ketiga ini umumnya menyediakan fasilitas pembelajaran yang lebih lengkap dan lebh baik, seperti laboratorium, bengkel kerja, perpustakaan, fasilitas olah raga dan kesenian, dan lainnya.

Klasifikasi homeschooling seperti disebutkan di atas terlaksana karena adanya kesamaan pada suatu bagian dari kegiatan belajar di rumah. Selain itu, mahalnya fasilitas maupun sarana dan prasarana juga memungkinkan terbangunnya kegiatan suatu homeschooling komunitas. Meskipun demikian karakteristik dari sekolah rumah tetap menonjol dan mengutamakan keunikan anak-anak sebagai subyek didiknya.

Itulah ulasan tentang karakteristik maupun klasifikasi homeschooling yang semoga bisa makin menambah wawasan Anda tentang konsep maupun penyelenggaraan sekolah rumah atau mandiri tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *