SMP

Peserta Didik Homeschooling Bisa Ikut Unas

SURABAYA – Kesulitan dalam mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) selama ini sering dikeluhkan orang tua yang memilih untuk mendidik anaknya di rumah (homeschooling). Namun, kini mereka tak perlu khawatir. Sebab, anak-anak mereka tidak hanya mendapat jaminan bisa mengikuti UNPK, tapi juga ujian nasional (unas) di sekolah formal. Kebijakan tersebut…

Homeschooling SMP

Metode pembelajaran langsung dalam kurikulum 2013 adalah proses pembelajaran dimana peserta bisa mengamati, berinteraksi dan mengumpulkan informasi secara langsung. Pengajaran dilakukan dengan lebih komunikatif dalam interaksi satu sama lain. Metode ini sudah terapkan pada kurikulum sebelumnya namun dengan sejumlah perbaikan.  Pengembangan nilai, sikap dan perilaku juga turut menjadi sorotan dalam kurikulum ini. Hal ini dimaksudakan agar siswa tak hanya baik dalam kemampuan kognitifnya tapi juga baik dalam afektifnya.

Bagi siswa usia SMP, mereka mengalami peralihan dari usia anak-anak menuju usia dewasa awal. Seringkali di usia peralihan ini muncul perilaku-perilaku baru untuk menunjukkan jati diri mereka. Beberapa siswa akan terlecut kemampuan kognitifnya menjadi lebih baik, atau kadang sebaliknya. Di usia yang biasa kita menyebutnya dengan usia remaja ini, mereka  membutuhkan pendampingan tak hanya dari guru saja, namun juga orang tua.

Beberapa siswa di usia ini juga bisa mulai terlihat bakat atau minatnya. Oleh sebab itu, keleluasaan waktu dalam studi dibutuhkan tak hanya untuk mengoptimalkan kemampuan kognitifnya, namun juga kemampuan kecakapan praktis untuk kehidupan sehari-hari. Anak diajak dan diarahkan memahami potensi yang dimilikinya.

Pilihan belajar di homeschooling Mayantara memungkinkan siswa untuk tak hanya menguasai materi pelajaran sekolah, namun juga menguasai kecakapan praktis sehari-hari. Siswa akan diajak mengikuti kelas bersama non mata pelajaran, dimana bisa berkumpul dengan sesama rekan homeschooling dan belajar hal-hal baru yang mengasah bakat/minat siswa.

Orang tua dan siswa juga diajak mengatur sendiri jadwal pembelajara yang diinginkan, termasuk dalam sistem pembelajaran. Orang tua bisa memilih kelas online, privat maupun kelompok untuk putra putrinya. Sinergi ini memungkinkan kedekatan antara orang tua dan siswa di usia remaja tetap terjaga dan orang tua menjadi lebih memahami potensi anaknya sedari awal.