Homeschooling

Peserta Didik Homeschooling Bisa Ikut Unas

SURABAYA – Kesulitan dalam mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) selama ini sering dikeluhkan orang tua yang memilih untuk mendidik anaknya di rumah (homeschooling). Namun, kini mereka tak perlu khawatir. Sebab, anak-anak mereka tidak hanya mendapat jaminan bisa mengikuti UNPK, tapi juga ujian nasional (unas) di sekolah formal. Kebijakan tersebut…

Homeschooling SMA

Ujian Nasional menjadi momen yang sangat menentukan bagi siswa sekolah. Khusus untuk siswa tingkat SMA, kelulusan ujian nasional sangat penting karena menjadi sekaligus penentu masa depan siswa. Pilihan pembelajaran dengan sistem Homeschooling  akan menjadi salah satu pilihan yang tepat dalam membantu siswa menghadapi level pembelajaran tingkat atas. Siswa mendapat bimbingan belajar secara intensif  dalam pemahaman pembelajaran. Selain itu, homeschooling juga menyediakan keleluasaan waktu bagi orang tua, siswa maupun guru untuk menggali lebih dalam potensi anak.

Siswa tak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan mata pelajaran saja, tapi bisa dibekali dengan ilmu-ilmu kecakapan praktis, seperti menulis, menggambar, wirausaha, dan lain sebagainya. Bekal ini penting diperoleh siswa, agar mereka bisa memiliki arah pandang untuk melanjutkan studinya. Jika tetap melanjutkan studi,maka mereka bisa memilih sekolah tinggi atau universitas yang dituju. Namun, jikalau mereka lebih memilih mengembangkan bakat atau minat dengan bekerja, maka siswa juga setidaknya sudah mendapat bekal ilmu kecakapan praktis di homeschooling dari praktek maupun observasi.

Adapun untuk homeschooling jenjang SMA, siswa bisa memilih kelas IPA atau IPS untuk studinya di tingkat atas ini. Mata pelajaran yang difokuskan untuk Ujian Nasional antara lain Matematika, Bahasa Indoesia, Bahasa Inggris dan Mata pelajaran peminatan.

Homeschooling Mayantara memberi kemudahan kepada siswa dengan memfasilitasi siswa bisa belajar di kelas online, privat, maupun berkelompok. Orang tua dan siswa juga bisa mengatur waktu pembelajaran yang diinginkan, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Hal positifnya yakni  orang tua memiliki sinergi lebih banyak untuk merencanakan program pembelajaran anak serta pengarahan bakat/minat anak.

Homeschooling SMP

Metode pembelajaran langsung dalam kurikulum 2013 adalah proses pembelajaran dimana peserta bisa mengamati, berinteraksi dan mengumpulkan informasi secara langsung. Pengajaran dilakukan dengan lebih komunikatif dalam interaksi satu sama lain. Metode ini sudah terapkan pada kurikulum sebelumnya namun dengan sejumlah perbaikan.  Pengembangan nilai, sikap dan perilaku juga turut menjadi sorotan dalam kurikulum ini. Hal ini dimaksudakan agar siswa tak hanya baik dalam kemampuan kognitifnya tapi juga baik dalam afektifnya.

Bagi siswa usia SMP, mereka mengalami peralihan dari usia anak-anak menuju usia dewasa awal. Seringkali di usia peralihan ini muncul perilaku-perilaku baru untuk menunjukkan jati diri mereka. Beberapa siswa akan terlecut kemampuan kognitifnya menjadi lebih baik, atau kadang sebaliknya. Di usia yang biasa kita menyebutnya dengan usia remaja ini, mereka  membutuhkan pendampingan tak hanya dari guru saja, namun juga orang tua.

Beberapa siswa di usia ini juga bisa mulai terlihat bakat atau minatnya. Oleh sebab itu, keleluasaan waktu dalam studi dibutuhkan tak hanya untuk mengoptimalkan kemampuan kognitifnya, namun juga kemampuan kecakapan praktis untuk kehidupan sehari-hari. Anak diajak dan diarahkan memahami potensi yang dimilikinya.

Pilihan belajar di homeschooling Mayantara memungkinkan siswa untuk tak hanya menguasai materi pelajaran sekolah, namun juga menguasai kecakapan praktis sehari-hari. Siswa akan diajak mengikuti kelas bersama non mata pelajaran, dimana bisa berkumpul dengan sesama rekan homeschooling dan belajar hal-hal baru yang mengasah bakat/minat siswa.

Orang tua dan siswa juga diajak mengatur sendiri jadwal pembelajara yang diinginkan, termasuk dalam sistem pembelajaran. Orang tua bisa memilih kelas online, privat maupun kelompok untuk putra putrinya. Sinergi ini memungkinkan kedekatan antara orang tua dan siswa di usia remaja tetap terjaga dan orang tua menjadi lebih memahami potensi anaknya sedari awal.

Homeschooling TK & SD

Homeschooling untuk anak usia TK dan SD merupakan salah satu langkah awal mendampingi anak secara intensif sedari dini. Orang tua dapat turut  aktif dalam program pembelajaran yang dilalui anak. Jadwal belajar yang lebih leluasa di homeschooling juga memungkinkan interaksi orang tua dan anak lebih banyak.

Pendampingan dari pengajar-pengajar homeschooling diberikan  untuk membantu individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan belajar serta menggali potensi yang dimiliki siswa.  Bimbingan belajar bagi siswa sekolah dasar lebih difokuskan pada usaha-usaha untuk meningkatkan prestasi belajar.   Siswa diharapkan dapat memiliki sikap positif, kebiasaan belajar yang baik dan pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi akademik serta sukses dalam akademiknya. Sementara bagi siswa usia TK, bimbingan belajar lebih difokuskan  untuk pengenalan materi-materi belajar melalui permainan, bacaan, ataupun pengamatan agar lebih mandiri dan siap menghadapi jenjang belajar selanjutnya.

Bagi siswa yang memiliki kegiatan di luar sekolah, juga sangat terbantu untuk optimalisasi kemampuannya. Bakat atau minat yang diasah sedari dini membuat anak lebih baik pula prestasinya di masa mendatang.

Selain itu kegiatan-kegiatan positif siswa di luar sekolah, juga bisa didokumentasikan oleh orang tua siswa untuk dijadikan portofolio nilai praktek. Kegiatan tersebut contohnya berolahraga renang, menanam bunga di halaman rumah, beribadah di Masjid, dan lain sebagainya.

Homeschooling Mayantara memungkinkan siswa memilih sendiri jadwal belajar yang diinginkan. Orang tua bisa memilih sistem pembelajaran melalui kelas online, privat maupun kelompok. Masing-masing sistem tersebut disesuaikan dengan kebutuhan siswa.