Homeschooling Tunggal vs Homeschooling Komunitas

Homeschooling Tunggal vs Homeschooling Komunitas

Homeschooling Tunggal vs Homeschooling Komunitas

? Apa perlunya mempertentangkan kedua model sekolah mandiri ini dan kenapa pula mesti dipertentangkan jika keduanya memberikan manfaat yang berlainan.

Seperti sudah dipaparkan pada postingan sebelumnya tentang klasifikasi homeschooling, ada banyak model atau bentuk pembelajaran dalam homeschooling, apakah berbentuk tunggal, majemuk, ataupun bentuk homeschooling komunitas.

Homeschooling tunggal adalah model sekolah rumah yang dilaksanakan dan diselenggarakan sebuah keluarga. Dalam model ini orang tua berperan sentral sebagai penanggung jawab dan mengelola bagaimana anak-anak akan menimba ilmu. Tentunya disesuaikan dengan potensi dan keinginan anak-anak itu sendiri.

Nah, jika ada dua atau lebih keluarga yang saling bekerja sama dalam pelaksanakaan sekolah mandiri ini maka disebut sebagai homeschooling majemuk. Kerja sama ini biasanya terjalin pada beberapa jensi pelajaran tertentu untuk tujuan tertentu, seperti menekan biaya, efisiensi, ataupun untuk meraih target yang lebih besar.

Homeschooling Komunitas

Sebagai gambaran, dalam homeschooling tunggal dimana seorang anak bisa belajar tentang alat musik tertentu. Nah, setelah menguasainya dan ingin tampil dalam pementasan musik, keluarga ini bisa mengajak keluarga lain yang anak-anaknya juga belajar alat musik dan membentuk grup atau untuk pementasan bersama. Karena itulah terbangun homeschooling majemuk.

Manfaat Homeschooling Komunitas

Seperti namanya homeschooling komunitas merupakan bentuk yang lebih luas dari homeschooling majemuk. Dalam komunitas ini, ada banyak keluarga yang bertemu dan bekerja sama dalam pembelajaran bersama untuk anak-anaknya. Selain anak-anaknya yang bisa mengoptimalkan sarana atau media belajar yang ada, masing-maisng orang tua juga bisa saling berdiskusi dan berbagi untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran anak-anaknya.

Homeschooling komunitas biasanya dibedakan antara komunitas yang bersifat dinamis dan lebih cair dengan bentuk komunitas yang dikoordinasi oleh sebuah lembaga sehingga lebih terstruktur dan terorganisir. Jika homeschooling komunitas yang cair dibentuk sendiri oleh para orang tua sedangkan yang kedua dibentuk oleh lembaga.

Terlepas dari pro kontra tentang lembaga-lembaga yang menyelenggarakan homeschooling komunitas karena dianggap keluar dari filosofi sekolah rumah, namun keberadaan lembaga semacam ini ternyata juga diminati masyarakat. Apalagi homeschooling yang diselenggarakan lembaga menyediakan beragam materi pelajaran dengan kuaalitafikasi yang baik dan fasilitas yang lengkap.

Selain menyediakan modul pembelajaran yang sesuai kurikulum pendidikan nasional, lembaga sejenis ini umumnya juga memberikan tutorial atau pendampingan bagi komunitas homeschooling. Lembaga homeschooling ini juga menyediakan guru atau tentor yang bisa dipanggil untuk mengajar anak-anak di rumah. Lembaga ini juga menyediakan fasilitasi untuk ujian kesetaraan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikannya ke sekolah formal.

Manfaat lainnya homeschooling komunitas yang diadakan lembaga juga pada proses sosialisasi untuk anak-anak. Jika masalah pergaulan anak-anak homeschooling yang terbatas sering dianggap sebagai kelemahan, maka hal itu bisa diatasi dengan sosialisasi yang terbangun dalam homeschooling komunitas yang laksanakan suatu lembaga. Bahkan tak jarang aktivitas bersama di komunitas ini sangat dinamis dengan beragam jenis kegiatan yang merangsang kreativitas.

Yang juga tak kalah menariknya adalah ketersediaan tenaga ahli, seperti ahli pendidikan, psikolog, hingga seniman yang bisa memberikan pembelajaran yang lebbih baik kepada anak-anak sesuai dengan bakat, potensi, dan keinginan anak-anak sendiri. Orang tua pun dapat berkonsultasi dengan para konsultan yang disediakan sehingga proses belajar maupun hasilnya diharapkan akan lebih efektif.

Tanpa harus mengurangi hak masing-masing keluarga dan orang tua yang ingin menjalankan homeschooling tunggal, tentunya ada sejumlah materi pelajaran ataupun model pembelajaran yang bisa dikompromosikan dengan keluarga lain maupun komunitas, termasuk dengan homeschooling komunitas yang dibentuk oleh suatu lembaga.

Demikianlah dan semoga informasi tentang homeschooling tunggal vs homeschooling komunitas ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *